Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2012

Cara-Cara Berjilbab

Assalamu'alaikum War Wab

Hallo sahabat Karismea yang cakep dan yang cantik… tips yang saya berikan kali ini diperkhususkan untuk sahabat perempuan kita. Karena Sebagai kaum muslimah, kaum perempuan dianjurkan bepergian memakai jilbab. Kali ini kita mau memberi tahu ,”bagaimana sih MEMAKAI JILBAB yang baik itu?? Nih sedikit kriterianya …..
  1. Gunakan jilbab berbahan lembut dan dapat menyerap keringat seperti katun
  2. Sebelum mengenakan jilbab sebaiknya kenakan dulu ciput(kerudung dalam) supaya tidak melekat langsung di dahi agar dapat menghindari jerawat
  3. Jika rambut keriting, sisir dulu rambut ke belakang ya…agar terasa nyaman
  4. Jangan mengenakan jilbab dalam yang berlapis-lapis, karena tidak memberi kenyamanan anda.
  5. Pilih kerudung dengan warna terang seperti warna putih, krem, pastel, dll. Agar dapat tidak menyerap panas yang mengakibatkan ketombe..
Orang yang memakai jilbab akan selalu aman dari berbagai marabahaya. dan juga menambah kecantikan para kaum perempuan. Untuk itu Jilbab diwajibkan kepada semua kaum perempuan untuk memakainya, karena memiliki banyak manfaat. 

>>>Baca Selengkapnya

Sabtu, 24 Maret 2012

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam ziarah kubur

            Sobat Karismea yang pade jenius-jenius,.... banyak di antara kita yang melarang ziarah kubur. ada yang bilang itu musyrik, dan sebagainya. ada juga yang berziarah rutinnya bukan main tapi sholatnya bolong-bolong (lha,.. yang gini nih yang gag beres..) Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Dahulu aku pernah melarang kalian berzearah kubur,, (kini) berziarahlah, agar ziarah kubur itu mengingatkanmu berbuat kebajikan." (HR Al-Ahmad, hadits shahih)



Di antara yang prlu di perhatikan dalam ziarah kubur adalah:


  1. Ketika masuk,, sunnah menyampaikan salam kepada mereka yang telah meninggal dunia. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengajarkan kepada para sahabat agar ketika masuk kuburan membaca, "Semoga keselamatan di curahkan arasmu wahai para penghuni kubur, dari orang-orang yang beriman dan orang-orang Islam. Dan kamu, jika Allah agar memberikan keselamatan kepada kami dan kamu sekalian (dari siksa)." (HR Muslim)
  2. Tidak duduk di atas kuburan, serta tidak menginjaknya berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam: "Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya." (HR. Muslim).
  3. Tidak melakukan thawaf sekeliling kuburan dengan niat untuk bertaqarrub(ibadah). Karena thawaf hanyalah dilakukan di sekeliling Ka'bah. Allah berfirman, "Dan hendaklah mereka melakukan tha'waf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah, Ka'bah)." (Al-Hajj:29)
  4. Tidak membaca Al-Qur'an di kuburan. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Janganlah menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan berlari daei rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah."(HR.Muslim).                                                                                        Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa kuburan bukanlah tempat membaca Al-Qur'an. Berbeda halnya dengan rumah. Adapun hadits-hadits tentang membaca Al-Qur'an di kuburan adalah tidak shahih. 
  5. Tidak boleh memohon pertolongan dan bantuan kepada mayit, meskipun dia seorang nabi atau wali, sebab itu termasuk syirik besar, Allah berfirman, "Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim." (Yunus:106). Zhalim dalam ayat di atas berarti musyrik.
  6. Tidak meletakkan karangan bunha atau menaburkannya di atas kuburan mayit. Karena hal itu menyerupai perbuatan orang-orang nasrani, serta membuang-buang harta dengan tiada guna. Seandainya saja uang yang di belanjakan untuk membeli karangan bunga itu di sedekahkan kepada orang-orang fakir miskin dengan niat untuk si mayit, niscaya akan bermanfaat untuknya da untuk orang-orang fakir miskin yang justru sangat membutuhkan uluran bantuan tersebut.
  7. Dilarang membangun di atas kuburan atau menulis sesuatu dari Al-Qur'an atau syair di atasnya. Sebab hal itu dilarang, beliau Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang mengapur kuburan dan membangun di atasnya.                                                                                                                                                       Cukup meletakkan sebuah baru setinggi satu jengkal, untuk menanndai kuburan. Dan itu sebafaimana yang dilakukan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ketika meletakkan sebuah batu di atas kubur Utsman bin Mazh'un, lantas beliau bersabda, "Aku memberikan tanda di atas kubur saudaraku." (HR. Abu Daud, dengan sanad hasan).
Wallahua'lam 


Salam Karismea
>>>Baca Selengkapnya

Kamis, 22 Maret 2012

Jantung Planet Bumi? Makkah ??

Siapa yang ngga tau kota Makkah??? Semua sobat karismea pasti sudah menganal dekat dengan kota yang satu ini. Rasulullah Muhammad SAW, dilahirkan di kota ini. Wahyu berupa firman-firman Alloh SWT yang sangat agung juga banyak diturunkan di kota ini. Tapi, tahukah antum bahwa ilmuwan-ilmuwan modern saat ini telah mengetahui bahwa kota makkah adalah jantung planet bumi???

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Makkah adalah pusat planet ini. Berbagai penemuan ilmiah telah membenarkan fakta ini. Mekipun masih penuh misteri tentang apakah orang ini benar-benar yang pertama mendarat di bulan. Ketika Neil Amstrong mengambil gambar planet Bumi, ia berkata:”Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya?”



Seorang ilmuwan Prancis kelahiran Palestina yang bernama Yasin As-Syauk mempresentasikan dengan detail penemuannya yang menegaskan bahwa Makkah merupakan poros Bumi. Dan karenanya, Makkah berhak dijadikan patokan waktu dunia yang benar, menggantikan pemakaian waktu Greenwich, London. Lebih mengejutkan lagi, bahkan di website log http://misteridunia.wordpress.com/2008/10/101639_f520.jpg para astronot selanjutnya menemukan bahwa bumi mengeluarkan semacam radiasi. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata radiasi ini berasal dari kota Makkah, tepatnya di Ka’bah. Yang mengejutkan lagi adalah, radiasi tersebut bersifat infinite (tak berujung). Hal ini terbukti ketika para astronom ini mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’. Artinya, apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya anatara kedua kutub.

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Makkah (Zero Magnetism Area), konon ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Karena itulah ketika kita berkeliling mengelilingi Ka’bah (thawaf), maka seakan-akan diri kita di-charged ulang oleh suatu energi misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah. Sebagai jantung Bumi, Makkah dinubuatkan sebagai penentu kehidupan jagad raya. Dari Ali Radhiyallahu anhu Nabi SAW bersabda, Allah Ta’ala berfirman “Apabila Aku menghendaki untuk merusakkan dunia (kiamat), maka Aku mulai dengan Rumah-Ku (Ka’bah), kemudian dunia mengiringinya.” (Ilhya Ulumuddin, bab Keutamaan Baitullah dan Makkah yang mulia).

Dalam Hadits yang lain dijelaskan.”Perbanyaklah thawaf di Baitullah (Ka’bah) sebelum Bait ini (Ka’bah) diangkat. Bait ini telah roboh dua kali dan ketiga kalinya diangkat” (Riwayat Al-Bazzar, Ibnu Hiban dan Al-Baihaqi dari Hadits Ibnu Umar).
Wallahua’lam.



Itu adalah sekedar informasi yang saya ketahui. Dan saya bagikan kepada sahabat karismea.. Semoga bermanfaat .........
Ditunggu komennya ...





Salam Karismea






>>>Baca Selengkapnya

Wasiat Rasulullah Kepada Aisyah

Saya yang orangnya senang membagikan informasi , saya akan membagikan informasi yang saya dapatkan dari guru saya  tentang "Wasiat Rasulullah Kepada Aisyah" yang akan saya postingkan setelah jeda dibawah ini
ttttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttttttt........................................
Untuk lebih cepatnya inilah informasi CEKEDOTTTTT>>>>>>>>>>>>

Saiyidatuna 'Aisyah r.'a meriwayatkan :
Rasulullah SAW bersabda :

"Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini..."
Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.

Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :

· Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah
· tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
· mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah
· membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.
Wahai, Aisyah, ketahuilah :

· bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah


· bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.


· bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.


· bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhianati suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.


· bahwa wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sembahyangnya.


· bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;


· bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.


· bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.


· bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.


· bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.



Maaf para sahabat karismea karna membuat kalian jenuh ..
>>>Baca Selengkapnya

Sebab Terjadinya Hujan. Al-Qur'an Berbicara.

Saya akan berbagi ilmu yang saya miliki kepada sahabat-sahabat karismea tentang bagaimana terjadinya hujan .. yah tanpa basa basi inilah informasinya .. MUSSSSIIIICCCC >>>>> CEKEDOTTTTT>>>>>>>>>>


Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan..
Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur'an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,
"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)
Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur'anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.
Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

TAHAP - 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

TAHAP - 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

TAHAP - 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)
Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.
Wallahu a’lam bisshowab



Mohon di kasih kritik dan sarannya yah ,, pleasse dari karismea ..
Atas kritiknya saya akan sangat berterima kasih ..





Salam Karismea





>>>Baca Selengkapnya